Home » Aku dan Ceritaku
Tampilkan postingan dengan label Aku dan Ceritaku. Tampilkan semua postingan
Jumat, 18 Oktober 2019
Tak Semua Sebab Kepergian Harus Kamu Ketahui
![]() |
| Tak Semua Sebab Kepergian Harus Kamu Ketahui - source bg img : unsplash.com |
Jum’at hari yang begitu berkah di 19 Safar di tahun 1440
Hijiriyah, hujan turun membawa kesejukan dari atap atap bumi bersamanya turun
nikmat nikmat dari Rabbul ‘Alamin Azza wa jalla. Memberi rasa tentram pada hati
hati yang lelah melewati belantara rasa gundah, gentong gentong air mendadak
berisikan air yang begitu dingin sampai rasanya ingin menyirami diri dengannya
agar hilang pedih yang meninggikan suhu tubuh ini. Begitu terkuras akal juga
perasaan, terlalaikan raga juga jiwa dari hal hal yang telah dijanjikan.
Termasuk bukti dari lemahnya diri ialah menyelisihi lisan
yang terlepas dari diri, kadang kamu mengumbar janji namun kamu sadar tak mampu
menepati atau kamu tak berjanji namun bersikap mampu memberi kata pasti. Begitu
lah kita, sering bersikap dan melafadzkan sesuatu yang tak sejalan dengan hati.
Mengambil keputusan namun diri tak mampu menjalani, beraat
menjadi seorang pemimpin. Terlebih ada jiwa jiwa yang harus ia jaga untuk tak
tersakiti, tak pantas seorang pemimpin menunjuk luka yang ia lalu hanya untuk
meraih simpati. Ingat ia seorang lelaki, ia terlahir di belantara. Ia bertahan
hidup dengan rasa sedih, sunyi adalah teman di kala gelap menghampiri.
Benar pernah bermimpi bisa berjalan berdua dengan seorang
yang mampu melembutkan kerasnya diri yang terpatri akibat masa lalu. Bahkan
begitu menikmati kebersamaan yang sempat terjalin hingga terlalaikan di hari
hari yang melelahkan. Berlarut larut dengan mabuk rasa, yang sungguh nikmat tak
tergambarkan. Bergitu nyaman bahkan jauh lebih nyaman dari singgahsana para
raja dahulu kala, rasa enggan untuk beranjak karenanya. Bahkan andai para raja
tau benar bagaimana rasanya, pastilah mereka berani menggadai harta demi
secercah nyaman yang lebih nyaman dari singgahsananya.
Namun sungguh nikmat takkan terasa nikmat bila tak hadir
diantaranya penderitaan, layaknya putih takkan berarti bila tak hadir
diantarnya hitam. Sungguh kehadiran tidak jauh lebih berarti setelah hadirnya
perpisahan, siapa yang tak mendambakan kebersamaan dan ridha terhadap perpisahan.
Perginya seseorang bukan pertanda buruknya dirimu tapi jauh dari pada itu, bahkan
andai kamu tau kamu jauh teramat berharga untuk ia tinggal pergi. Namun begitulah
hidup, terkadang perlu menahan alasan hanya agar orang lain sadar kenapa ia
ditinggal, agar ia tau begitu berarti nya dirinya hingga tak layak merasakan
hal yang sama oleh yang meninggal pergi. Bahkan kamu tak tau pasti kalau ia pergi sebenarnya untuk kembali.
Kenapa tak terucap alasan saat perpisahan ? Karna ia tau
benar saat berpisah ialah waktu yang dibenci di antara waktu waktu yang ada.
Seseorang cenderung tak karuan menghadapi perpisahan, lantas dengan akal dan
hati penuh gemuruh yang dihujani kesedihan kamu kira tepat untuk menceritakan
alasan perpisahan ? tidak, justru ia akan memperkelam tanggapan. Dan kamu harus
tau kenapa tak ada alasan yang tersampaikan, karna sebagian orang mendengar
untuk menjawab bukan mendengar untuk mengerti keadaan.
Tak terasa hujan reda, tersisa awan gelap yang menawan
cahaya cahaya yang dipancarkan mentari. Ketahuilah sungguh bagi seorang pria
jauh lebih baik tertawan jasad dari pada tertawan hatinya, ia pergi dengan
meninggalkan hati yang telah digadaikan pada orang yang ia damba. Dan sungguh
itu tak mudah baginya.
- 19 Safar 1440 H, Nvrfajr
Selasa, 01 Desember 2015
Apakah Sepatu Seperti Itu Yang Kamu Inginkan ?
![]() |
| Apakah Sepatu Seperti Itu Yang Kamu Inginkan ? |
Entah ini terinspiasi dari sebuah lagu yang dinyanyikan oleh
tulus yang berjudul sepatu atau ntah dari mana aku bisa terpikir tentang
tulisan yang menyangkut tentang cinta dan sepatu.
Pernahkah kamu berjalan di sebuah komplek pertokoan dan
melihat sebuah sepatu yang begitu menarik perhatianmu, mungkin kamu akan
berhenti sebentar untuk mencoba sepatu itu atau hanya sekedar melihatnya saja.
Anggaplah kamu masuk ke toko itu untuk mencoba sepatu yang menarik perhatianmu
tadi, ketika melihatnya dari dekat hasrat ingin memiliki sepatu tersebut
semakin besar. Tibalah saat di mana kamu mencoba sepatu itu di kaki, dan sangat
di sayangkan sepatu itu kekecilan atau terlalu pas pasan di kakimu. Seketika
kamu melihatnya sepatu itu seolah berkata “Bawalah aku bersamamu, agar aku bisa
menjadi temanmu tuk melewati berbagai rintangan bersama”.
Dengan tanpa berpikir panjang Kamu membeli Sepatu tersebut lalu
membawanya pulang bersamamu, mulai sekarang ketika ingin berpergian Kamu menggunakan
sepatu yang kamu beli tadi. Selang beberapa hari memakai sepatu tersebut untuk
beraktifitas Kamu mulai merasa sepatu itu begitu tidak nyaman bagimu, Seketika
kamu merenung dan Kamu pun bergumam dalam hati “Kenapa Aku membeli sepatu yang
sebenarnya tidak bisa menampung luasnya penampang kaki ku ini, tetapi sepatu
ini begitu menarik bagiku”.
Hallo fren, gini kenapa kamu harus memaksakan sepatu
berkapasitas kecil, yang tak sanggup menampung luasnya penampang kaki mu. Sering
tanpa sadar kita terlalu memaksakan sepatu yang bukan size kita, kebanyakan dari
kita terlalu fokus pada penampilan sepatu tersebut hingga tanpa berpikir
pantaskan sepatu itu menemani kita disetiap langkah kita. Sepatu yang sempit
tak akan lama bertahan di kaki kita sama seperti pasangan. Kamu, Aku atau
bahkan Kita terlalu memperhatikan paras tanpa melihat kapasitas diri calon
pasangan kita, apakah kita bisa diterima dengan kapasitas diri mereka yang
seperti itu ? Apakah kita terlalu kecil buat mereka atau mereka yang terlalu
kecil buat kita.
So, Think again fren. Tulisan di atas berupa gambaran tentang
hal yang kadang sering terjadi di kehidupan kita, ingat sepatu tadi mungkin
memang tidak pas dengan ukuran kaki kita tetapi mungkin sepatu tadi lebih pas
ketika orang lain kenakan.
Rabu, 29 Oktober 2014
Aku Dan Ceritaku - Masa Masa Sebelum UN
Gatau mau mulai dari mana ? Yang
jelas saat ini prasaan gue lagi campur aduk, sebut saja galau kalau di artikan
dalam bahas gaul. Karna ga tau harus cerita ke siapa lagi makannya gue posting
aja cerita dan curhatan gue di sini. Semuanya bermula dari sebelum ujian nasional, begini ceritanya.
Beberapa bulan menjelang ujian
nasional biasanya para murid mulai di sibukkan dengan belajar buat persiapan UN
dan juga persiapan untuk pendaftaran buat masuk kuliah. Di saat orang lain
sibuk memilih milih kampus mana yang nantinya akan ia masukin, gue sendiri udah
ada beberapa planning buat kedepan nantinya. Seandainya bisa kuliah gue udah
ada calon universitas yang bakal gue daftar nanti dan apabila ga bisa ya niat
gue mau coba praktekin ilmu yang di dapat semasa sekolah di dunia kerja. Oke
sampe itu planningnya, setelah di buka jalur SNMPTN gue coba daftar di salah
satu kampus Politeknik negeri.
Setelah pendaftaran selesai, gue
coba buat mempersiapkan persyaratannya dalam beberapa hari sambil cerita ke
orang tua. Sayangnya sesuatu yang tak sesuai dengan harapan keluar dari mulut
orang tua gue, karna berbagai alasan mereka ga ngizinin gue untuk kuliah. Oke
gue terima meski udah daftar dan persyaratan buat daftar udah lengkap akhirnya
gue batalin niat untuk kuliah. Gue sempat berpikir mungkin ini jalan terbaik
untuk saat ini, walau sebenarnya ga enak.
Gini fren, pertamanya lu dapet
izin buat daftar kuliah dari ortu. Saat lu udah daftar dan persyaratan udah di
lengkapin dan tinggal di kirim, eh tiba tiba orang tua lu ga izinin karna
berbagai alasan dan alasannya sepele.
Cerita selanjutnya dateng setelah
selesai UN, di postingan berikutnya bakal gue ceritain.
Aku dan Ceritaku #1
Aku dan Ceritaku #1
Langganan:
Postingan
(
Atom
)


